Tampilkan postingan dengan label My Study. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Study. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Oktober 2011

Sel Elektrokimia

Banyak reaksi reduksi-oksidasi terjadi secara spontan, memberikan dari energi. Sebuah contoh melibatkan reaksi spontan yang terjadi ketika logam seng ditempatkan dalam larutan ion tembaga seperti yang dijelaskan oleh persamaan ion bersih ditunjukkan di bawah ini.
  Cu +2 (aq) + Zn (s) -------> Cu (s) + Zn +2 (aq)
Logam seng perlahan "melarutkan" sebagai oksidasi yang menghasilkan ion-ion yang masuk ke dalam seng solusi. Pada saat yang sama, ion tembaga mendapatkan elektron dan diubah menjadi atom tembaga yang melapisi logam seng atau sedimen ke dasar wadah. Energi yang dihasilkan dalam reaksi ini dengan cepat hilang sebagai panas, tetapi dapat dibuat untuk melakukan pekerjaan yang berguna dengan alat yang disebut, sel elektrokimia. Hal ini dilakukan dengan cara berikut.
Sebuah sel elektrokimia terdiri dua kompartemen atau setengah-sel, masing-masing terdiri dari elektroda dicelupkan dalam larutan elektrolit. Setengah-sel ini dirancang untuk mengandung setengah-reaksi oksidasi dan pengurangan setengah-reaksi secara terpisah.

Setengah-sel, disebut anoda, adalah situs di mana oksidasi seng terjadi seperti yang ditunjukkan di bawah ini.
  Zn (s) ----------> Zn +2 (aq) + 2e -
Selama oksidasi seng, elektroda seng perlahan akan larut untuk menghasilkan ion seng (Zn +2), yang masuk ke dalam larutan yang mengandung Zn +2 (aq) dan SO 4 -2 (aq) ion.
Setengah-sel, disebut katoda, adalah situs di mana terjadi pengurangan tembaga seperti yang ditunjukkan di bawah ini.
  Cu +2 (aq) + 2e - Cu -------> (s)
Ketika reduksi ion-ion tembaga (Cu +2) terjadi, atom tembaga menumpuk pada permukaan elektroda tembaga padat.
Reaksi dalam setiap sel setengah tidak terjadi kecuali dua sel setengah terhubung satu sama lain.
Ingatlah bahwa dalam rangka untuk oksidasi terjadi, harus ada reaksi reduksi yang sesuai yang dihubungkan atau "digabungkan" dengan itu. Selain itu, dalam oksidasi reduksi terisolasi atau setengah-sel, ketidakseimbangan muatan listrik akan terjadi, anoda akan menjadi lebih positif seperti kation seng diproduksi, dan katoda akan menjadi lebih negatif sebagai kation tembaga akan dihapus dari solusi. Masalah ini dapat diselesaikan dengan menggunakan "jembatan garam" yang menghubungkan dua sel seperti yang ditunjukkan dalam diagram di bawah. Sebuah "jembatan garam" adalah penghalang berpori yang mencegah pencampuran spontan dari larutan berair dalam kompartemen masing-masing, namun memungkinkan migrasi ion di kedua arah untuk menjaga netralitas listrik. Sebagai reaksi oksidasi-reduksi terjadi, kation (Zn +2) dari anoda bermigrasi melalui jembatan garam ke katoda, sedangkan anion, (SO 4) -2, bermigrasi dalam arah yang berlawanan untuk menjaga netralitas listrik.
Dua setengah sel juga terhubung eksternal. Dalam pengaturan ini, elektron yang disediakan oleh reaksi oksidasi dipaksa untuk melakukan perjalanan melalui sirkuit eksternal ke situs dari reaksi reduksi. Fakta bahwa reaksi terjadi secara spontan setelah setengah sel-sel yang terhubung menunjukkan bahwa ada perbedaan dalam energi potensial. Perbedaan energi potensial disebut kekuatan electomotive (ggl) dan diukur dalam hal volt. Sel seng / tembaga memiliki ggl sekitar 1,1 volt dalam kondisi standar.

Setiap perangkat listrik dapat "disambung" ke dalam sirkuit eksternal untuk memanfaatkan energi potensial yang dihasilkan oleh sel untuk pekerjaan yang bermanfaat. Meskipun energi yang tersedia dari sebuah sel tunggal adalah relatif kecil, sel elektrokimia dapat dihubungkan secara seri untuk meningkatkan output energi mereka. Sebuah aplikasi yang umum dan berguna dari karakteristik ini adalah "baterai". Contohnya adalah baterai timbal-asam yang digunakan dalam mobil. Dalam baterai timbal-asam, setiap sel memiliki anoda logam timbal dan timbal (IV) oksida (timbal dioksida) katoda keduanya yang direndam dalam larutan asam sulfat. Ini sel elektrokimia tunggal menghasilkan sekitar 2 volt. Menghubungkan 6 dari sel-sel dalam seri menghasilkan baterai 12-volt yang ditemukan di mobil yang paling hari ini. Salah satu kelemahan dari ini "sel basah" seperti baterai timbal-asam adalah bahwa hal itu sangat berat dan besar. Namun, seperti banyak lainnya "sel basah", reaksi oksidasi-reduksi yang terjadi dapat dengan mudah dibalik seperti saat ini melalui eksternal seperti yang disediakan oleh alternator sebuah mobil itu. Hal ini memperpanjang masa hidup dan kegunaan dari perangkat seperti sebagai sumber energi.

Selasa, 11 Januari 2011

Catatan Keterampilan Komputer MAN 2 Model Banjarmasin


MICROSOFT POWER POINT

Microsoft  power point adalah salah satu program aplikasi yang digunakan untuk membuat sebuah presentasi. Yang efektif, professional, yang juga mudah digunakan. Fungsi Microsoft power point adalah bertujuan untuk membantu menyusun suatu gagasan atau ide, menjadi lebih menarik dan jelas tujuannya pada saat dipresentasikan. Karena Microsoft power point akan membantu dalam pembuatan slide yang dinamis, maka tersedia desain template dan clip art yang menarik.
Microsoft power pointdapat mempersentasikan objek text, grafik, video, suara,dan objek-objek lainnya yang diposisikan dalam beberapa halaman individual yang  disebut dengan slide.
Slide adalah lembar kerja kosong dalam power point, setiap slide dapat dicetak atau  ditampilkan dalam layar dan dapat dinavigasikan melalui perintah dari si presenter. Power point menawakan ddua jenis animasi pergerakan, yakni fasilitas custom animation dan transition.
Custom animation merupakan property animasi atau pergerakan yang dapat ditambahkan pada objek teks, grafiks  dan objek-objek lainnya. Sedangkan transition merupakan property animasi pergerakan dari satu slide ke slide lainnya. Design keseluruhan dari sebuah presentasi dapat diatur dengan menggunakan mastern slide. Dan struktur keseluruhan dari presentasi dapat disunting dengan menggunakan primitive outliner (outline).
Power point dapat menyimpan presentasi dalam beberapa format, diantaranya adalah  :
*.ppt (power point presentation),
*.pps (power point show),
*.pot (power point template),
*.pptx (power point presentation).
Background dari slide dapat dipilih dari berbagai macam variasi yang telah disediakan pada fasilitas slide design namun kita juga dapat membuat background sendiri sesuai keinginan.

MEMBERIKAN DESIGN PADA SLIDE
·        Klik format
·        Pilih dan klik slide design
·        Pada taks pane, pilih model slide poisikan pointer mouse pada gambar slide yang diinginkan, klik panah disamping gambar kemudian pilih salah satu “apply to master”  untuk memberikan design pada slide utama,  “apply to all slide” untuk memberikan design pada seluruh slide, “apply to selected slide” untuk memberikan design pada slide yang dipilih.

MEMBERIKAN LAYOUT HALAMAN PADA SLIDE
·        Klik format
·        Pilih dan klik slide layout
·        Pada taks pane posisikam pointer mouse pada salah satu bentuk layout, kemudian klik layout tersebut.

MEMBERIKAN BACKGROUND / LATAR BELAKANG
·        Klik format
·        Pilih dan klik background
·        Akan tampil kotak dialog background,  pada “background fill” pilih warna atau fill effect yang diinginkankemudian klik “apply”.
Untuk menambah slide
Pilih dan klik menu insert, Kemudian klik new slide. Atau pada tool bar klik icon new slide.
Menghapus slide presentasi
·        Pilih slide yang akan dihapus, pada tab slides
·        Tekan delete pada keyboard
Memberi animasi pada objek
·        Tentukan objek yang akan diberi animasi, kemudian klik objek tersebut
·        Pilih dan klik menu slide show
·        Pilih dan klik costum animation
·        Pada takspane akan tampil pilihan pemberian animasi, kemudian klik “add effect”, kemudian pilih kelompok animasi yang diinginkan. Diantaranya ada Entrance,empashis
·        Setelah memilih yang diinginkan kemudian atur stapt berdasarkan pada saat apa animasi ini akan dilakukan.
·        Atur direction berdasarkan arah yang diinginkan.
·        Atur speed berdasarkan seberapa cepat animasi tersebut dilakukan.
·        Sesuaikan urutan tampilan animasi sesuai keinginan dengan mengatur order.
·        Untuk melihat tampilan hasil pemberian dan pengaturan animasi tekan “play”.
Menambahkan Slide Transition
Slide transition berfungsi untuk mengatur
Langkah untuk mengaturnya dilakukan dengan cara:
·        Pilih dan klik menu slide show
·        Pilih dan klik slide transition, pada takspane akan tampil kotak dialog pengaturan slide transition nya, pada kotak “apply to selected slide” pilih bentuk transisi slidenya, pada modify transition atur speed (bentuk kecepatannya). Dan pada sound atur pemberian animasi suaranya, dan untuk melihat tampilan hasil pemberian dan pengaturan transisi slide nya tekan play.
Animation schemes
Animation schemes adalah pasilitas animasi yang disediakan power point dengan menggabungkan costum animation dan slide transition, sehingga memberikan animasi pada objek, sekaligus memberikan animasi pada transisi slidenya. Untuk memberikan animasi animation schemes :
·        Pilih dan klik menu slide show
·        Pilih dan klik animation schemes
·        Pada takspane tampil kotak dialog, pilih animasinya pada kotak “apply to selected slide” dan untuk melihat tampilan dan pengaturan animasi klik Play.
Membuat  table
·        Pilih dan klik menu insert
·        Pilih dan klik table
·        Tampil kotak dialog insert table, pada number of colums, isi angka seberapa banyak kolom yang diinginkan, pada number of row iso seberapa banyak baris yang diinginkan
·        Tinggal atur lebar sempitnya kolom dan tinggi rendahnya baris.


Membuat Diagram/ chart
·        Pilih dan  klik menu insert
·        Pilih dan klik chart, secara otomatis akan tampil diagram dan data-data pengaturan diagram. Serta akan tampil data sheet untuk merubah diagram.
·        Bila telah selesai double klik di area luar data sheet dan grafik.
Catatan:
Chart type : berfungsi untuk mengatur diagram yang diinginkan
Chart option berfungsi untuk pemberian nama sumbu, legenda,
Format data series : berfungsi  untuk mengatur tampilan misalnya warna grafik.

Menyisipkan suara / file suara
·        Pilih dan klik menu insert
·        Pilih dan klik movies and sound
·        Pilih dan klik sound from file,
·        Tampil kotak dialog insert sound. Kemudian pada look in tentukan folder  dimana file suara diinginkan itu berada, klik  ok
·        Lalu tampil kotak dialog pilihan – Automatically akan menampilkan suara secara otomatis – when clicked akan menampilkan suara setelah diklik satu kali
·        Tanda file suara telah disisipkan akan muncul gambar dan untuk menghilanglkansisipan file suara tinggal klik lambing speaker kemudian tekan delete pada keyboard. Format suara yang yang dapat disisipkan diantaranya MP3 dan WAV

Menyisipkan File Vidio
·        Pilih dan klik menu insert
·        Pilih dan klik movies and sound, lalu pilih dan klik movies from file
·        Akan tampil kotak dialog insert movie, pada look in tentukan folder video yang diinginkan berada klik file video lalu klik ok
·        Akan tampil pilihan automatically & when clicket
·        Tanda file telah disisipkan akan muncul tanda handicamp
·        Untuk menghapus file video klik icon handicamp lalu tekan delete
File video yang dapat disisipkan AVI, MPEG, WMV

Senin, 09 Agustus 2010

Sejarah Seni Budaya

Perkembangan Seni Timur
Jauh Sebelum Dimulai Perhitungan Tahun Masehi, Dibeberapa Tempat Di Daerah Timur Sudah Memperlihatkan Suatu Kebudayaan Yang Bermutu Tinggi. Dan Sangat Berpengaruh Baik Di Timur Maupun Di Daerah Barat

Kesenian Timur Pada Awal Perkembangannya Berpusat Di Mesir, Mesopotamia Dan India (Lembah Sungai Indus). Ketiga Daerah Ini Menampilkan Bentuk Seni Yang Memiliki Ciri Khas Masing – Masing Sesuai Dengan Kepercayaan, Pandangan Hidup Dan Tradisinya
1. Kesenian Mesir Kuno

Daerah Sekitar Aliran Sungai Nil Merupakan Daerah Pertanian Yang Subur Yang Dapat Memberikan Kemakmuran Kepada Rakyatnya, Sehingga Mesir Dapat Mengembangkan Kebudayaanya Dengan Baik. Sejak Dahulu Mereka Sudah Mengenal Ilmu Pengetahuan, Kesenian Dan Sudah Mengenal Jenis Tulisan Yang Disebut Hirogli

Bangsa Mesir Mempunyai Kepercayaan Dengan Berbagai Kultus (Pemujaan), Yaitu Kultus Kematian, Kultus Raja Dan Kultus Dewa, Merekapun Termasuk Penganut Polytheisme (Banyak Dewa), Seperti Dewa Amon, Dewa Osiris, Dewa Hours, Dewa Isis, Dewi Hather Dan

Sebaginya, Dan Dari Kegiatan – Kegiatan Kepercayaan Itulah Muncul Seni Mesir Yang Bersifat Sacral, Penuh Magis Dan Misteri, Mulai Dari Pembuatan Mumi, Seni Lukis, Seni Patung Sampai Pada Bangunan – Bangunan Yang Monumental Dan Raksasa. Terutama Seni Bangunan Dan Seni Patung Dibuat Dari Batu Kapur Dan Batu Granit. Sehingga Peninggalan – Peninggalannya Masih Dapat Kita Lihat Sampai Sekarang



A. Seni Bangunan (Bangunan Makan Dan Kuil) Mesir Kuno

Bangunan Makam Yang Disebut Pyramid Didirikan Dari Susunan Batu Kapur Berbentuk Limas Segi Empat Yang Didalamnya Terdapat Gang – Gang / Lorong Menuju Ke Kamar Raja (Mummi Firaon), Kamar Premaisuri Dan Kamar Harta. Salah Satu Pyramid Yang Terkenal Yaitu Pyramid Khufu Di Ghizah Yang Dianggap Sebagi Keajaiban Dunia

Bangunan Kuil Di Mesir Ada Dua Jenis, Yaitu;

- Kuil Lapangan, Contohnya Kuil Amon Re Di Karnak

- Kuil Korokan (Kuil Yang Dipahatkan Pada Bukit Karang), Contohnya Kuil Ramses Ii Di Abu Simbel



B. Seni Patung Mesir Kuno

Berdasarkan Sikap Tubuhnya, Patung Mesir Dibedakan Menjadi:

- Patung Kourus, Yaitu Patung Dewa/Raja, Memakai Tutup Kepala Berdiri Tegap, Tangan Kanan Dikepalkan Disamping Dan Kaki Kirinya Dilangkahkan Kedepan

- Patung Kore, Yaitu Patung Dewi/Ratu Yang Ciri – Cirinya Sama Dengan Kourus Hanya Kaki Kirinya Tidak Melangkah Dan Berpakain Lengkap. Patung Dalam Bentuk Lain Disebut Sphynx, Yaitu Patung Berkepala Raja Berbadan Singa



C. Seni Relief / Lukis Mesir Kuno

Ditemukan Pada Lembaran Papyrus, Peti Mati Dan Dinding. Kesan Yang Ditampilkan Bersifat Dekoratifilustratif Dan Simbolis. Sedangkan Cara Menggambar Objeknya Yaitu:

- Bersifat Ideoplastis, Mengungkapkan Apa Yang Dipikirkan Dan Bukan Yang Dilihat Sebenarnya

- Menggunakan Prespektif Batin, Artinya Menggambarkan Besar Kecilnya Objek Bukan Ditentukan Oleh Jarak Pandangan Melainkan Berdasarkan Martabat Orang Yang Digambarkan. Misalnya Gambar Seorang Raja Lebih Besar Dari Pada Rakyatnya



D. Seni Musik Dan Seni Ari Mesir Kuno

Sesuai Dengan Perkembangan Kebudayaan Merekapun Pada Saat Itu Sudah Mengenal Seni Tari Dan Musik. Hal Ini Berdasarkan Pahatn Mereka (Relief) Pada Dinding Bangunan. Diantaranya Terdapat Adegan Yang Sedang Memainkan Suling Dan Harva Serta Adegan Tari Tarian Ritual Sesuai Dengan Kepercayaan Mereka Pada Saat Itu



2. Kesenian Mesopotamia

Mesopotamia Adalah Suatu Daratan Yang Terletak Antara Sungai Efrat Dan Sungai Tigris. Masyarakatnya Makmur Sehingga Kebudayaannya Berkembang Dengan Baik, Telah Mengenal Berbagai Ilmu Pengetahuan Dan Tulisan Yang Disebut Tulisan Paku

Daerah Ini Merupakan Lalu Lintas Yang Sangat Ramai Dan Sering Dijadikan Sasaran Invansi Oleh Berbagai Bangsa, Antara Lain Oleh Bangsa Sumeria, Babilonia, Asiria Dan Persia

Masyarakat Mesopotamia Tidak Mengenal Kultus Kematian Sehingga Jarang Ditemukan Makam Sebagai Bentuk Arsitektur Yang Khas. Keseniannya Lebih Bersifat Duniawi, Tetapi Sisa – Sisa Peninggalannya Tidak Sampai Ke Jaman Kita Karena:

- Mengunakan Bahan Yang Tidak Tahan Lama (Batu Bata)

- Sering Terjadi Bencana Banjir

- Masyarakatnya Bersifat Vandalis (Perusak) Karena Sering Terjadi Perebutan Kekuasaan (Perang)



A. Seni Bangunan Mesopotamia

- Istana, Dengan Ciri – Ciri: Menggunakan Konstruksi Lengkung Tong Tanpa Menggunakan Tiang. Pada Bagian Pintu Gerbang Terdapat Patung Penjaga Ambang, Yaitu Patung Berkepala Raja Dan Berbadan Banteng Dan Bersayap. Contohnya Istana Sargon Ii Di Khorzabad

- Ziggurat, Yaitu Sejenis Menara Bertingkat Berbentuk Kerucut Yang Berfungsi Sebagai Banguan Suci

- Stele, Yaitu Sejenis Tugu Batu Yang Permukaannya Diberi Relief Tentang Suatu Peristiwa, Contohnya Stele Hamurabi



B. Seni Patung, Ciri – Cirinya:

- Patung Sumeria: Tubuh Kaku Otot Dilebih – Lebihkan Dan Kepalanya Bulat

- Ptung Asiria: Matanya Diperbesar, Dekoratif, Raut Muka Mengesankan Kekerasan

- Patung Babilonia: Bersikap Tenang Seolah – Olah Sedang Menjalankan Tugas Keagamaan



C. Seni Relief

- Relief Babilonia : Bertemakan Tentang Keagamaan

- Relief Asiria: Bertemakan Tentang Kekerasan



3. Kesenian India

Kebudayaan Purba India Berkembang Sekitar 3000 Sm Di Lembah Sungai Indus – Pakistan. Dari Beberapa Hasil Temuan Ternyata Sudah Menunjukan Suatu Bentuk Kebudayaan Yang Bermutu Tinggi. Tetapi Masih Belum Memberikan Gambaran Secara Lengkap Tentang Peninggalannya, Karena Masih Belum Banyak Ditemukan

Peninggalan – Peninggalanya Antara Lain:

A. Seni Bangunan, Contohnya Reruntuhan Bangunan Yang Ditemukan Di Dua Kota Lama (Mahenjo – Daro Dan Harapa) Menggunakan Batu Bata, Penempatan Bangunan Dengan System Sentral Dan Sudah Ada Bangunan Yang Bertingkat

B. Seni Patung, Berbaga Naturalis Dan Stilasi Terbuat Dari Batu Logam Dan Kayu

C. Seni Relief, Berupa Materai Piktegraf Dari Lempengan Tanah Liat Yang Diberi Gambar Binatang (Badak Lembu Atau Singa) Dan Tulisan Yang Sampai Sekarang Masih Belum Bisa Dibaca

Kemudian Sejak Munculnya Ajaran Hindu – Budha Maka Berkembang Berkembang Kebudayaan Yang Bercorak Khusus. Bentuk Keseniannya Mengarah Pada Gaya Perlambangan (Simbolisme) Dengan Berpedoman Pada Buku Seni Disebut “Silfa Sastra”

Peninggalan – Peninggalan Itu Adalah;

A. Seni Banguanan India

- Stamba (Tugu Asoka) Berfungsi Sebagai Media Penyebaran Ajaran Budha

- Stupa (Caitya) Berfungsi Sebagai Lambang Ajaran Budha

- Kuil Budha (Chaitya Griha) Merupakan Bangunan Tempat Meditasi Para Pendeta Budha



B. Seni Patung India

Ketika Masyarakat Budha Masih Bersifat Ai-Iconis (Tidak Mengenal Patung Sebagai Media Pemujaan), Maka Budha Hanya Diwujudkan Dalam Bentuk Perlambangan Saja, Seperti Tahta Budha, Cakra Budha Atau Telapak Kaki Budha. Kemudian Setelah India Mendapat Pengaruh Dari Kesenian Yunani-Romawi, Barulah Budha Diwujudkan Dalam Bentuk Patung Manusia Dengan Ciri – Ciri Masih Memperlihatkan Gaya Seni Patung Yunani (Dewi Apolo). Ciri – Cirinya Yaitu: Bergaya Realis, Muka Lonjong, Rambut Bergelombang Dan Sikap Duduk Kaki Berjuntai. Dalam Perkembangan Selanjutnya Seni Patung India Memperlihatkan Ciri Khasnya, Yaitu Raut Muka Seperti Orang India, Duduk Bersila Dengan Sikap Tangan Tertentu Yang Mengandung Atri (Mujra)

C. Seni Lukis Dan Seni Relief India

Peninggalan Seni Relief India Terdapat Pada Dinding Di Dalam Biara – Biara Menggunakan Teknik Fresco Yaitu Melukis Yang Dikerjakan Ketika Dindingnya Masih Basah Sedangkan Seni Reliefnya Banyak Terdapat Pada Dinding – Dinding Candi Hindu







Pendidikan Seni Tentang Perkembangan Seni Rupa Indonesia

Perkembangan Seni Rupa Indonesia





A. Sifat – Sifat Umum Seni Rupa Indonesia





1. Bersifat Tradisional/Statis

Dengan Adanya Kebudayaan Agraris Mengarah Pada Bentuk Kesenian Yang Berpegang Pada Suatu Kaidah Yang Turun Temurun



2. Bersifat Progresif

Dengan Adanya Kebudayaan Maritim. Kesenian Indonesia Sering Dipengaruhi Kebudayaan Luar Yang Kemudian Di Padukan Dan Dikembangkan Sehingga Menjadi Milik Bangsa Indonesia Sendiri



3. Bersifat Kebinekaan

Indonesia Terdiri Dari Beberapa Daerah Dengan Keadaan Lingkungan Dan Alam Yang Berbeda, Sehingga Melahirkan Bentuk Ungkapan Seni Yang Beraneka Ragam



4. Bersifat Seni Kerajinan

Dengan Kekayaan Alam Indonesia Yang Menghasilkan Bermacam – Macam Bahan Untuk Membuat Kerajinan



5. Bersifat Non Realis

Dengan Latar Belakang Agama Asli Yang Primitif Berpengaruh Pada Ungkapan Seni Yang Selalu Bersifat Perlambangan / Simbolisme



B. Seni Rupa Prasejarah Indonesia

Jaman Prasejarah (Prehistory) Adalah Jaman Sebelum Ditemukan Sumber – Sumber Atau Dokumen – Dokumen Tertulis Mengenai Kehidupan Manusia. Latar Belakang Kebudayaannya Berasal Dari Kebudayaan Indonesia Yang Disebarkan Oleh Bangsa Melayu Tua Dan Melayu Muda. Agama Asli Pada Waktu Itu Animisme Dan Dinamisme Yang Melahirkan Bentuk Kesenian Sebagai Media Upacara (Bersifat Simbolisme)

Jaman Prasejarah Indonesia Terbagi Atas: Jaman Batu Dan Jaman Logam



1. Seni Rupa Jaman Batu

Jaman Batu Terbagi Lagi Menjadi: Jaman Batu Tua (Palaeolithikum), Jaman Batu Menengah (Mesolithikum), Jaman Batu Muda (Neolithikum), Kemudian Berkembang Kesenian Dari Batu Di Jaman Logam Disebut Jaman Megalithikum (Batu Besar)

Peninggalan – Peninggalannya Yaitu:



A. Seni Bangunan

Manusia Phaleolithikum Belum Meiliki Tempat Tinggal Tetap, Mereka Hidup Mengembara (Nomaden) Dan Berburu Atau Mengumpulkan Makanan (Food Gathering) Tanda – Tanda Adanya Karya Seni Rupa Dimulai Dari Jaman Mesolithikum. Mereka Sudah Memiliki Tempat Tinggal Di Goa – Goa. Seperti Goa Yang Ditemukan Di Di Sulawesi Selatan Dan Irian Jaya. Juga Berupa Rumah – Rumah Panggung Di Tepi Pantai, Dengan Bukti – Bukti Seperti Yang Ditemukan Di Pantai Sumatera Timur Berupa Bukit – Bukit Kerang (Klokkenmodinger) Sebagai Sisa – Sisa Sampah Dapur Para Nelayan

Kemudian Jaman Neolithikum, Manusia Sudah Bisa Bercocok Tanah Dan Berternak (Food Producting) Serta Bertempat Tinggal Tinggal Di Rumah – Rumah Kayu / Bambu

Pada Jaman Megalithikum Banyak Menghasilkan Bangunan – Bangunan Dari Batu Yang Berukuran Besar Untuk Keperluan Upacara Agama, Seperti Punden, Dolmen, Sarkofaq, Meja Batu Dll



B. Seni Patung

Seni Patung Berkembang Pada Jaman Neolithikum, Berupa Patung – Patung Nenek Moyang Dan Patung Penolak Bala, Bergaya Non Realistis, Terbuat Dari Kayu Atau Batu. Kemudian Jaman Megalithikum Banyak Itemukan Patung – Patung Berukuran Besar Bergaya Statis Monumental Dan Dinamis Piktural



C. Seni Lukis

Dari Jaman Mesolithikum Ditemukan Lukisan – Lukisan Yang Dibuat Pada Dinding Gua Seperti Lukisan Goa Di Sulawesi Selatan Dan Pantai Selatan Irian Jaya. Tujuan Lukisan Untuk Keperluan Magis Dan Ritual, Seperti Adegang Perburuan Binatang Lambang Nenek Moyang Dan Cap Jari. Kemudian Pada Jaman Neolithikum Dan Megalithikum, Lukisan Diterapkan Pada Bangunan – Bangunan Dan Benda – Benda Kerajinan Sebagai Hiasan Ornamentik (Motif Geometris Atau Motif Perlambang)



2. Seni Rupa Jaman Logam

Jaman Logam Di Indonesia Dikenal Sebagai Jaman Perunggu, Karena Banyak Ditemukan Benda – Benda Kerajinan Dari Bahan Perunggu Seperti Ganderang, Kapak, Bejana, Patung Dan Perhiasan, Karya Seni Tersebut Dibuat Dengan Teknik Mengecor (Mencetak) Yang Dikenal Dengan 2 Teknik Mencetak:

1) Bivalve, Ialah Teknik Mengecor Yang Bisaa Di Ualng Berulang

2) Acire Perdue, Ialah Teknim Mengecor Yang Hany Satu Kali Pakai (Tidak Bisa Diulang)

C. Seni Rupa Indonesia Hindu

Kebudayaan Hindu Berasal Dari India Yang Menyebar Di Indonesia Sekitar Abad Pertama Masehi Melalui Kegiatan Perdagangan, Agama Dan Politik. Pusat Perkembangannya Di Jawa, Bali Dan Sumatra Yang Kemudian Bercampur (Akulturasi) Dengan Kebudayaan Asli Indonesia (Kebudayaan Istana Dan Feodal). Prose Akulturasi Kebudayan India Dan Indonesia Berlangsung Secara Bertahap Dalam Kurun Waktu Yang Lama, Yaitu Dengan Proses:

A. Proses Peniruan (Imitasi)

B. Proses Penyesuaian (Adaptasi)

C. Proses Penguasaan (Kreasi)



1. Ciri – Ciri Seni Rupa Indonesia Hindu

A. Bersifat Peodal, Yaitu Kesenian Berpusat Di Istana Sebagai Medi Pengabdian Raja (Kultus Raja)

B. Bersifat Sakral, Yaitu Kesenian Sebagai Media Upacara Agama

C. Bersifat Konvensional, Yaitu Kesenian Yang Bertolak Pada Suatu Pedoman Pada Sumber Hukum Agama (Silfasastra)

D. Hasil Akulturasi Kebudayaan India Dengan Indonesia



2. Karya Seni Rupa Indonesia Hindu



A. Seni Bangunan:

1) Bangunan Candi

Candi Berasala Dari Kata “Candika” Yang Berarti Nama Salah Satu Dewa Kematian (Dugra). Karenanya Candi Selalu Dihubungkan Dengan Mnumen Untuk Memuliakan Raja Yang Meninggal Contohnya Candi Kidal Untuk Memuliakan Raja Anusapati, Selain Itu Candi Pula Berfungsi Sebagai:

- Candi Stupa: Didirikan Sebagai Lambang Budha, Contoh Candi Borobudur

- Candi Pintu Gerbang: Didirikan Sebagai Gapura Atau Pintu Masuk, Contohnya Candi Bajang Ratu

- Candi Balai Kambang / Tirta: Didirikan Didekat / Ditengah Kolam, Contoh Candi Belahan

- Candi Pertapaan: Didirikan Di Lereng – Lereng Tempat Raja Bertapa, Contohnya Candi Jalatunda

- Candi Vihara: Didirikan Untuk Tempat Para Pendeta Bersemedhi Contohnya Candi Sari

Struktur Bangunan Candi Terdiri Dari 3 Bagian

- Kaki Candi Adalah Bagian Dasar Sekaligus Membentuk Denahnya (Berbentuk Segi Empat, Ujur Sangkar Atau Segi 20)

- Tubuh Candi. Terdapat Kamar – Kamar Tempat Arca Atau Patung

- Atap Candi: Berbentuk Limas An, Bermahkota Stupa, Lingga, Ratna Atau Amalaka

Bangunan Candi Ada Yang Berdiri Sendiri Ada Pula Yang Kelompok. Ada Dua System Dalam Pengelempokan Candi, Yaitu:

- Sistem Konsentris (Hasil Pengaruh Dari India) Yaitu Induk Candi Berada Di Tengah – Tengah Anak – Anak Candi, Contohnya Kelompok Candi Lorojongrang Dan Prambanan

- System Membelakangi (Hasil Kreasi Asli Indonesia )Yaitu Induk Candi Berada Di Belakang Anak – Anak Candi, Contohnya Candi Penataran



2) Bangunan Pura

Pura Adalah Bangunan Tempat Dewa Atau Arwah Leluhur Yang Banyak Didirikan Di Bali. Pura Merupakan Komplek Bangunan Yang Disusun Terdiri Dari Tiga Halaman Pengaruh Dari Candi Penataran Yaitu:

- Halaman Depan Terdapat Balai Pertemuan

- Halaman Tengah Terdapat Balai Saji

- Halaman Belakang Terdapat; Meru, Padmasana, Dan Rumah Dewa

Seluruh Bangunan Dikelilingi Dinding Keliling Dengan Pintu Gerbangnya Ada Yang Berpintu / Bertutup (Kori Agung) Ada Yang Terbuka ( Candi Bentar)

- Pura Agung, Didirikan Di Komplek Istana

- Pura Gunung, Didirikan Di Lereng Gunung Tempat Bersemedhi

- Pura Subak, Didirikan Di Daerah Pesawahan

- Pura Laut, Didirikan Di Tepi Pantai



3) Bangunan Puri

Puri Adalah Bangunan Yang Berfungsi Sebagai Pusat Pemerintahan Dan Pusat Keagamaan. Bangunan – Bangunan Yang Terdapat Di Komplek Puri Antara Lain: Tempat Kepala Keluarga (Semanggen), Tempat Upacara Meratakan Gigi (Balain Munde) Dsb



B. Seni Patung Hindu Budha



Patung Dalam Agama Hindu Merupakan Hasil Perwujudan Dari Raja Dengan Dewa Penitisnya. Orang Hindu Percaya Adanya Trimurti: Dewa Brahma Wisnu Dan Siwa. Untuk Membedakan Mereka Setiap Patung Diberi Atribut Kedewaan (Laksana/Ciri), Misalnya Patung Brahma Laksananya Berkepala Empat, Bertangan Empat Dan Kendaraanhya (Wahana) Hangsa). Sedangkan Pada Patung Wisnu Laksananya Adalah Para Mahkotanya Terdapat Bulan Sabit, Dan Tengkorak, Kendaraannya Lembu, (Nadi) Dsb

Dalam Agama Budha Bisaa Dipatungkan Adalah Sang Budha, Dhyani Budha, Dhyani Bodhidattwa Dan Dewi Tara. Setiap Patung Budha Memiliki Tanda – Tanda Kesucian, Yaitu:

- Rambut Ikal Dan Berjenggot (Ashnisha)

- Diantara Keningnya Terdapat Titik (Urna)

- Telinganya Panjang (Lamba-Karnapasa)

- Terdapat Juga Kerutan Di Leher

- Memakai Jubah Sanghati



C. Seni Hias Hindu Budha



Bentuk Bangunan Candi Sebenarnya Hasil Tiruan Dari Gunung Mahameru Yang Dianggap Suci Sebagai Tempatnya Para Dewa

Oleh Sebab Itu Candi Selalu Diberi Hiasan Sesuai Dengan Suasana Alam Pegunungan, Yaitu Dengan Motif Flora Dan Fauna Serta Mahluk Azaib. Bentuk Hiasan Candi Dibedakan Menjadi Dua Macam, Yaitu:

1) Hiasan Arsitektural Ialah Hiasan Bersifat 3 Dimensional Yang Membentuk Struktur Bangunan Candi, Contohnya:

- Hiasan Mahkota Pada Atap Candi

- Hisana Menara Sudut Pada Setiap Candi

- Hiasan Motif Kala (Banaspati) Pada Bagian Atas Pintu

- Hiasan Makara, Simbar Filaster,Dll

1) Hiasan Bidang Ialah Hiasan Bersifat Dua Dimensional Yang Terdapat Pada Dinding / Bidang Candi, Contohnya

- Hiasan Dengan Cerita, Candi Hindu Ialah Mahabarata Dan Ramayana: Sedangkan Pada Candi Budha Adalah Jataka, Lalitapistara

- Hiasan Flora Dan Fauna

- Hiasan Pola Geometris

- Hiasan Makhluk Khayangan



3. Kronologis Sejarah Seni Rupa Hindu Budha

A. Seni Rupa Jawa Hindu Periode Jawa Tengah, Terbagi Atas:



1) Jaman Wangsa Sanjaya

Candi – Candi Hanya Didirikan Di Daerah Pegunungan. Seni Patungnya Merupakan Perwujudan Antara Manusia Dengan Binatang (Lembu Atau Garuda)

2) Jaman Wangsa Syailendra

Peninggalan Candinya : Kelompok Candi Prambanan, Kelompok Candi Sewu, Candi Borobudurm, Candi Kalasan, Candi Sari, Candi Mendut Dan Kelompok Candi Plaosan

Seni Patungnya Bersifat Budhis, Contohnya Patung Budha Dan Budhisatwa Di Candi Borobudur





B. Seni Rupa Jawa Hindu Periode Jawa Timur, Terbagi Atas:



1) Jaman Peralihan

Pada Seni Bangunannya Sudah Meperlihatkan Tanda – Tanda Gaya Seni Jawa Timur Seperti Tampak Pada Candi Belahan Yaitu Pada Perubahan Kaki Candi Yang Bertingkat Dan Atapnya Yang Makin Tinggi. Kemudian Pada Seni Patungnya Dudah Tidak Lagi Memperlihatkan Tradisi India, Tetapi Sudah Diterapkan Proposisi Indonesia Seperti Pada Patung Airlangga



2) Jaman Singasari

Pada Seni Bangunannya Sudah Benar – Benar Meperlihatkan Gaya Seni Jawa Timur Baik Pada Struktur Candi Maupun Pada Hiasannya, Contohnya: Candi Singosari, Candi Kidal, Dan Candi Jago. Seni Patungnya Bergaya Klasisistis Yang Bertolak Dari Gaya Seni Jawa Tengah, Hanya Seni Patung Singosari Lebih Lebih Halus Pahatannya Dan Lebih Kaya Dengan Hiasan Contohnya Patung Prajnaparamita, Bhairawa Dan Ganesha.



3) Jaman Majapahit

Candi – Candi Majapahit Sebagian Besar Sudah Tidak Utuh Lagi Karena Terbuat Dari Batu Bata, Perbedaan Dengan Candi Di Jawa Tengah Yang Terbuat Dari Batu Kali / Andhesit Peninggalan Candinya: Kelompok Candi Penataran, Candi Bajangratu, Candi Surowono, Candi Triwulan Dll

Kemudian Pada Seni Patungnya Sudah Tidak Lagi Memperlihatkan Gaya Klasik Jawa Tengah, Melainkan Gaya Magis Monumental Yang Lebih Menonjolkan Tradisi Indonesia Seperti Tampak Pada Raut Muka, Pakaian Batik Dan Perhiasan Khas Indonesia. Selain Patung Dari Batu Juga Dikelan Patung Realistic Dari Terakotta (Tanah Liat) Hasil Pengaruh Darin Campa Dan China, Contohnya Patung Wajah Gajah Mada



C. Seni Rupa Bali Hindu

Di Bali Jarang Ditemukan Candi Sebab Masyarakatnya Tidak Mengenal Kultus Raja. Seni Bangunan Utama Di Bali Adalah Pura Dan Puri. Pura Sebagai Bangunan Suci Tetapi Di Dalamnya Tidak Terdapat Patung Perwujudan Dewa Karena Masyarakat Bali Tidak Mengenal An-Iconis Yaitu Tidak Mengebal Patung Sebagai Objek Pemujaan, Adapun Patung Hanya Sebagai Hiasan Saja



4. Perbedaan Gaya Seni Jawa Tengah Dengan Jawa Timur



A. Perbedaan Struktur Bangunan Candi

- Candi Jateng Terbuat Dari Batu Adhesit, Sedangkan Di Jatim Terbuat Dari Batu Bata

- Candi Jateng Bentuknya Tambun, Sedangkan Di Jatim Bentuknya Ramping

- Kaki Candi Jateng Tidak Berundak Sedangkan Di Jatim Berundak

- Atap Candi Jateng Pendek, Sedangkan Di Jatim Lebih Tinggi

- Kumpulan Candi Di Jateng Dengan System Konsentris, Sedangkan Di Jatim Dengan System Membelakangi



B. Perbedaan Pada Seni Patungnya

- Patung – Patung Di Jateng Hanya Sebagai Perwujudan Dewa/Raja Sedangkan Di Jatim Ada Pula Perwujudan Manusia Bisaa

- Seni Patung Jateng Bergaya Simbolis Realistis, Sedangkan Di Jatim Jaman Singasari Bergaya Klasisitis Dan Jaman Majapahit Bergaya Magis Monumental

- Prambandala (Lingkaran Kesaktian) Pada Patung Jateng Terdapat Pada Bagian Belakang Kepala, Sedangkan Di Jatim Terdapat Di Bagian Belakang Seluruh Tubuh Menyerupai Lidah Api

- Pakaian Raja / Dewa Pada Seni Patung Jateng Masih Dipengaruhi Tradisi India, Sedangkan Di Jatim Khas Indonesia Seperti Pakaian Batik, Selendang Dan Ikat Kepala



C. Perbedaan Hiasan Candi

- Hiasan Adegan Cerita Pada Candi Jateng Bergala Realis, Sedangkan Di Jatim Bergaya Wayang (Distorsi)

- Adegan Cerita Pada Candi Jateng Hanya Tentang Mahabarata Dan Ramayana, Sedangkan Di Jatim Ada Pula Adegan Cerita Asli Indonesia, Misalnya Cerita Panji

- Motif Hias Pada Candi Di Jateng Bersifat Hindu Dan Budha Sedangkan Di Jatim Ada Pula Hias Asli Indonesia Sperti Motif Penawakan Dan Gunungan Serta Perlambangan

- Hiasan Pada Candi Di Jatim Lebih Padat Dan Dipusatkan Pada Seni Cina Seperti Motif Awan Dan Batu Karang

D. Seni Rupa Indonesia Islam

Agama Islam Masuk Ke Indonesia Sekitar Abad Ke 7 M Oleh Para Pedagang Dari India, Persia Dan Cina. Mereka Menyebarkan Ajaran Islam Sekligus Memperkenalkan Kebudayaannya Masing – Masing, Maka Timbul Akulturasi Kebudayaan

Seni Rupa Islam Juga Dikembangkan Oleh Para Empu Di Istana – Istana Sebagai Media Pengabdian Kepada Para Penguasa (Raja/Sultan) Kemudian Dalam Kaitannya Dengan Penyebaran Agama Islam, Para Walipun Berperan Dalam Mengembangkan Seni Di Masyarakat Pedesaan, Misalnya Da’wah Islam Disampaikan Dengan Media Seni Wayang

1. Ciri – Ciri Seni Rupa Indonesia Islam

A. Bersifat Feodal, Yaitu Kesenian Yang Bersifat Di Istana Sebagai Media Pengabdian Kepada Raja / Sultan

B. Bersumber Dari Kesenian Pra Islam (Seni Prasejarah Dan Seni Hindu Budha)

C. Berperan



2. Karya Seni Rupa Indonesia Islam

A. Seni Bangunan



1. Mesjid

Pengaruh Hindu Tampak Pada Bagian Atas Mesjid Yang Berbentuk Limas Bersusun Ganjil (Seperti Atap Balai Pertemuan Hindu Bali), Contohnya Atap Mesjid Agung Demak Dan Mesjid Agung Banten



2. Istana

Istana / Keraton Berfungsi Sebagai Tempat Tinggal Raja, Pusat Pemerintahan. Pusat Kegiatan Agama Dan Budaya. Komplek Istana Bisaanya Didirikan Di Pusat Kota Yang Dikelilingi Oleh Dinding Keliling Dan Parit Pertahanan.



3. Makam

Arsitektur Makam Orang Muslimin Di Indonesia Merupakan Hasil Pengaruh Dari Tradisi Non Muslim. Pengaruh Seni Prasejarah Tampak Pada Bentuk Makam Seperti Punden Berundak. Sedangkan Pengaruh Hindu Tampak Pada Nisannya Yang Diberi Hiasan Motif Gunungan Atau Motif Kala Makara. Adapun Pengaruh Dari Gujarat India Yaitu Pada Makam Yang Beratap Sungkup



B. Seni Kaligrafi

Seni Kaligrafi Atau Seni Khat Adalah Seni Tulisan Indah. Dalam Kesenian Islam Menggunakan Bahasa Arab. Sebagai Bentuk Simbolis Dari Rangkaian Ayat – Ayat Suci Al – Qur’an. Berdasarkan Fungsinya Seni Kaligrafi Dibedakan Menjadi, Yaitu:

1) Kaligrafi Terapan Berfungsi Sebagai Dekorasi / Hiasan

2) Kaligrafi Piktural Berfungsi Sebagai Pembentuk Gambar

3) Kaligrafi Ekspresi Berfungsi Sebagai Media Ungkapan Perasaan Seperti Kaligrafi Karya Ad. Pireus Dan Ahmad Sadeli



C. Seni Hias

Seni Hias Islam Selalu Menghindari Penggambaran Makhluk Hidup Secara Realis, Maka Untuk Penyamarannya Dibuatkan Stilasinya (Digayakan) Atau Diformasi (Disederhanakan) Dengan Bentuk Tumbuh – Tumbuhan

E. Seni Rupa Indonesi Modern

Istilah “Modern” Dalam Seni Rupa Indonesia Yaitu Betuk Dan Perwujudan Seni Yang Terjadi Akibat Dari Pengaruh Kaidah Seni Barat / Eropa. Dalam Perkembangannya Sejalan Dengan Perjuangan Bangsa Indonesia Untuk Melepaskan Diri Dari Penjajahan



1. Masa Perintis

Dimulai Dari Prestasi Raden Saleh Syarif Bustaman (1807 – 1880), Seorang Seniman Indonesia Yang Belajar Kesenian Di Eropa Dan Sekembalinya Di Indonesia Ia Menyebarkan Hasil Pendidikannya. Kemudian Raden Saleh Dikukuhkan Sebagai Bapak Perintis Seni Lukisan Modern



2. Masa Seni Lukis Indonesia Jelita / Moek (1920 – 1938)

Ditandai Dengan Hadirnya Sekelompok Pelukis Barat Yaitu Rudolf Bonnet, Walter Spies, Arie Smite, R. Locatelli Dan Lain – Lain. Ada Beberapa Pelukis Indonesia Yang Mengikuti Kaidah / Teknik Ini Antara Lain: Abdulah Sr, Pirngadi, Basuki Abdullah, Wakidi Dan Wahid Somantri



3. Masa Persagi (1938 – 1942)

Persagi (Peraturan Ahli Gambar Indonesia) Didirikan Tahun 1938 Di Jakarta Yang Diketuai Oleh Agus Jaya Suminta Dan Sekretarisnya S. Sujoyono, Seangkan Anggotanya Ramli, Abdul Salam, Otto Jaya S, Tutur, Emira Sunarsa (Pelukis Wanita Pertama Indonesia) Persagi Bertujuan Agar Para Seniman Indonesia Dapat Menciptakan Karya Seni Yang Kreatif Dan Berkepribadan Indonesia



4. Masa Pendudukan Jepang (1942 – 1945)

Pada Jaman Jepang Para Seniman Indonesia Disediakan Wadah Pada Balai Kebudayaan Keimin Bunka Shidoso. Para Seniman Yang Aktif Ialah: Agus Jaya, Otto Jaya, Zaini, Kusnadi Dll. Kemudian Pada Tahun 1945 Berdiri Lembaga Kesenian Dibawah Naungan Poetra (Pusat Tenaga Rakyat) Oleh Empat Sekawan: Soekarno, Hatta, Ki Hajar Dewantara Dan Kh. Mansur



5. Masa Sesudah Kemerdekaan (1945 – 1950)

Pada Masa Ini Seniman Banyak Teroragisir Dalam Kelompok – Kelompok Diantaranya:

Sanggar Seni Rupa Masyarakat Di Yogyakarta Oleh Affandi, Seniman Indonesia Muda (Sim) Di Madiun, Oleh S. Sujiono, Pusat Tenaga Pelukis Indonesia (Ptpi) Djajengasmoro, Himpunan Budaya Surakarta (Hbs) Dll



6. Masa Pendidikan Seni Rupa Melalui Pendidikan Formal

Pada Tahun 1950 Di Yogyakarta Berdiri Asri (Akademi Seni Rupa Indonesia) Yang Sekarang Namanya Menjadi Stsri (Sekolah Tinggi Seni Rupa Indonesia) Yang Dipelopori Oleh Rj. Katamsi, Kemudian Di Bandung Berdiri Perguruan Tinggi Guru Gambar (Sekarang Menjadi Jurusan Seni Rupa Itb) Yang Dipelopori Oleh Prof. Syafe Sumarja. Selanjutnya Lpkj (Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta) Disusul Dengan Jurusan – Jurusan Di Setiap Ikip Negeri Bahkan Sekarag Pada Tingat Slta



7. Masa Seni Rupa Baru Indonesia

Pada Tahun 1974 Muncul Para Seniman Muda Baik Yang Berpendidikan Formal Maupun Otodidak, Seperti Jim Supangkat, S. Priaka, Harsono, Dede Eri Supria, Munni Ardhi, Nyoman Nuarta, Dll

Identifikasi Jenis Seni Rupa



Contoh Low Art Diambil Dari: High Art Diambil Dari: Http://Paradigmoz.Files.Wordpress.Com/2007/07/Alison-Lapper-Triptage.Jpg

Salah Satu Bentuk High Art Diambil Dari: Http://Nofatclips.Com/02007/10/09/Tide/Highartatlowtide.Jpg

A, Identifikasi Jenis Seni Rupa

1. Macam-Macam Karya Seni Rupa

A. Seni Rupa Atas (High Art)

Istilah Ini Untuk Menyebut Seni Yang Dihasilkan Untuk Keperluan Kemewahan Produk-Produk Eksklusif, Seni Yang Berhubungan Dengan Teknologi Maju. Industri Import Yang Berkaitan Dengan Pertumbuhan Lapisan Atas Dan Menengah Masyarakat Di Kota Besar. Oleh Kaum Terpelajar Dinamakan Pula : Seni Lukis, Seni Patung Modern Masuk Ke Golongan Ini, Begitu Pula Dengan Yang Disebut "Desain" (Interior, Grafis Dan Trimatra).

B. Seni Rupa Bawah (Low Art)

Merupakan Seni Rupa Yang Didistribusikan, Produksi Dan Konsumsinya Berlangsung Di Lapisan Masyarakat Sosial Bawah Dan Menegah Terutama Di Kota Kecil Dan Di Desa. Sebagai Contoh Misalnya: Lukisan Kaca, Lukisan Jalanan, Lukisan Becak, Lukisan Dan Patung Bali Yang Banyak,Dijajakan Di Jalanan. Seni Rupa Bawah Dianggap Kelas Rendahan, Seni Rupa Kelas Bawah Biasanya Di Produksi Massal Dan Mudah Di Dapat Serta Murah Harganya.



2. Unsur-Unsur Karya Seni Rupa

Unsur-Unsur Yang Terdapat Dalam Karya Seni Rupa Antara Lain Titik, Garis, Bidang, Bentuk, Warna, Tekstur Dan Gelap Terang Yang Mempunyai Efek Psikologis.



3. Ciri-Ciri Khusus Karya Seni Rupa

Seni Rupa Merupakan Salah Satu Cabang Seni Yang Umumnya Juga Disebut Dengan Seni Visual. Hal Ini Disebabkan Penggambaran Seni Rupa Berwujud Bentuk-Bentuk Yang Dinikmati Melalui Indera Penglihatan, Baik Karya Seni Rupa Dua Dimensi Maupun Tiga Dimensi.



4. Teknik Pembuatan Karya Seni Rupa

Teknik Yang Dimaksud Adalah Cara Melakukan Sesuatu. Seni Rupa Menggunakan Bermacam-Macam Teknik. Teknik Yang Digunakan Dalam Menggambar Antara Lain: Linier, Blok, Arsir, Dusel, Pointilis, Aquarel Dan Plakat. Teknik Yang Digunakan Dalam Pembuatan Patung Antara Lain Membutsir, Memahat, Mencetak, Konstruksi Dan Masih Banyak Teknik Yang Dipergunakan Dalam Membuat Karya Seni Rupa.



B. Apresiasi Seni Rupa

Istilah Apresiasi Berasal Dari Bahasa Inggris Yaitu "To Apreciate" Yang Artinya Menilai Atau Menghargai. Secara Difinisi Dapat Diartikan Bahwa Apresiasi Yaitu Suatu Kegiatan Seseorang Di Dalam Menilai Atau Menghargai Karya Seni. Penilaian Yang Lahir Adalah Melihat Karya Seni Dapat Bermacam-Macam Bentuknya. Hal Ini Timbul Karena Tingkat Penilaian Seseorang Terhadap Seni Beragam Dan Dipengaruhi Latar Belakang, Tingkat Intelektual Dan Status Sosial Yang Beragam Pula.

1. Identifikasi Ciri-Ciri Seni Rupa

Karya Seni Rupa Adalah Karya Yang Mengutamakan Nilai Keindahan Rupa (Visual). Karya Seni Rupa Yang Baik Adalah Karya Seni Yang Diciptakan Berdasarkan Prinsip-Prinsip Keindahan. Keindahan Karya Seni Rupa Dapat Diliohat Dari Aspek Tema, Kreatifitas, Teknik Pembuatan Dan Karakter (Gaya Perseorangan).

A. Tema

Tema Adalah Pokok Pikiran, Gagasan Atau Ide Dasar. Tema Tergantung Kepada Sesuatu Yang Dapat Menarik Minat Perupa Untuk Kemudian Diciptakan Menjadi Karya Seni. Ragam Hias Seni Rupa Dapat Diwujudkan Berdasarkan Tema-Tema Sebagai Berikut.

1. Manusia Dengan Alam Benda

2. Manusia Dengan Dirinya Sendiri

3. Manusia Dengan Kegiatannya

4. Manusia Dengan Manusia Lain

5. Manusia Dengan Alam Sekitar



B. Kreatifitas

Kreatifitas Adalah Kemampuan Seseorang Untuk Mengubah Dari Barang Yang Sudah Ada Menjadi Barang Baru Yang Lebih Baik.



C. Teknik

Teknik Adalah Cara Seseorang Mencipta Karya Seni. Hal Ini Berkaitan Dengan Penggunaan Media Seni Rupa. Teknik Dipergunakan Untuk Mengolah Unsur-Unsur Seni Rupa, Seperti Garis, Warna, Tekstur Dan Gelap Terang Yang Mempunyai Efek Psikologis. Oleh Karena Itu Penggunaan Teknik Yang Baik Akan Mempengaruhi Mutu Karya Seni.



D. Karakter

Setiap Karya Seni Antara Seniman Yang Satu Dengan Seniman Yang Lain Pasti Berbeda. Hal Ini Disebabkan Beberapa Aspek Kejiwaan Antara Lain Kemampuan, Pengalaman Batin Dan Kematangan. Hal-Hal Itulah Yang Menyebabkan Adanya Karakter/Gaya Perseorangan Di Dalam Berkarya Seni.



2. Membuat Tanggapan Tertulis Tentang Seni Rupa

Apresiasi Yang Timbul Setelah Menanggapi Karya Seni Terdiri Atas Apresiasi Aktif Dan Pasif. Tanggapan Yang Berupa Tulisan Bisa Dikatakan Apresiasi Pasif, Namun Demikian Kondisi Ini Cukup Positif Karena Kebiasaan Karena Kebiasaan Mengamati Akan Mendorong Seseorang Untuk Turut Menjadi Apresiasi Aktif. Dalam Mengapresiasikan Karya Seni Dikenal Beberapa Apresiasi Yaitu:

A. Apresiasi Empatik Adalah Apresiasi Yang Hanya Menilai Baik Dan Kurang Baiknya Saja Sebuah Karya Seni Berdasarkan Penglihatan Mata Saja (Indrawi)

B. Apresiasi Estetis Adalah Apresiasi Tentang Keindahan Dan Mempunyai Penilaian Tentang Keindahan Yang Ada Pada Karya Seni Tersebut. Menilai Keindahan Harus Disertai Pengamatan Dan Perasaan Mendalam.

C. Apresiasi Kritis Adalah Apresiasi Yang Sudah Dalam Tingkat Penganalisisan. Sehingga Penilaiannya Bukan Lagi Sekedar Memiliki, Tetapi Di Analisis Secara Akurat Sehingga Hasilnya Akan Lebih Baik, Jelas Dan Terusrai Dengan Cermat.

Minggu, 11 April 2010

DAHSYATNYA SIKSA BAGI YG MENINGGALKAN SHOLAT

Ibnu Abbas, berkata, Maksud Hadist: "Aku dengar Rasulullah SAW bersabda: "Awalnya orang yang meninggalkan solat itu, bukanlah dia termasuk golongan Islam. Allah tidak terima tauhid dan imannya dan tidak ada faedah shodakah, puasa dan syahadatnya". Alhadist.

Gambaran Azab Bagi Yang Meninggalkan Sholat.
Dalam peristiwa Isra' Mi'raj Rasulullah SAW, bukan saja diperlihatkan tentang balasan orang yang beramal baik, tetapi juga diperlihatkan balasan orang yang berbuat mungkar, diantaranya siksaan bagi yang meninggalkan Sholat fardhu.

Mengenai balasan orang yang meninggalkan Sholat Fardu: "Rasulullah SAW, diperlihatkan pada suatu kaum yang membenturkan kepala mereka pada batu, Setiap kali benturan itu menyebabkan kepala pecah, kemudian ia kembali kepada keadaan semula dan mereka tidak terus berhenti melakukannya. Lalu Rasulullah bertanya: "Siapakah ini wahai Jibril"? Jibril menjawab: "Mereka ini orang yang berat kepalanya untuk menunaikan Sholat fardhu". (Riwayat Tabrani).

Orang yang meninggalkan Sholat akan dimasukkan ke dalam Neraka Saqor. Maksud Firman Allah Ta’ala: "..Setelah melihat orang-orang yang bersalah itu, mereka berkata: "Apakah yang menyebabkan kamu masuk ke dalam Neraka Saqor ?". Orang-orang yang bersalah itu menjawab: "kami termasuk dalam kumpulan orang-orang yang tidak mengerjakan Sholat" Al-ayat.

Saad bin Abi Waqas bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai orang yang melalaikan Sholat, maka jawab Baginda SAW, “yaitu mengakhirkan waktu Sholat dari waktu asalnya hingga sampai waktu Sholat lain. Mereka telah menyia-nyiakan dan melewatkan waktu Sholat, maka mereka diancam dengan Neraka Wail”.

Ibn Abbas dan Said bin Al-Musaiyib turut menafsirkan hadist di atas “yaitu orang yang melengah-lengahkan Sholat mereka sehingga sampai kepada waktu Sholat lain, maka bagi pelakunya jika mereka tidak bertaubat Allah menjanjikan mereka Neraka Jahannam tempat kembalinya”.

Maksud Hadist: "Siapa meninggalkan sholat dengan sengaja, maka sesungguhnya dia telah kafir dengan nyata".

Berdasarkan hadist ini, Sebagaian besar ulama (termasuk Imam Syafi’i) berfatwa: Tidak wajib memandikan, mengkafankan dan mensholatkan jenazah seseorang yang meninggal dunia dan mengaku Islam, tetapi tidak pernah mengerjakan sholat. Bahkan, ada yang mengatakan haram mensholatkanya.

Siksa Neraka Sangat Mengerikan
Mereka yang meninggalkan sholat akan menerima siksa di dunia dan di alam kubur yang terdiri dari tiga siksaan.

Tiga jenis siksa di dalam kubur yaitu:

1. Kuburnya akan berhimpit-himpit serapat mungkin sehingga meremukkan tulang-tulang dada.

2. Dinyalakan api di dalam kuburnya dan api itu akan membelit dan membakar tubuhnya siang dan malam tiada henti-henti.

3.Akan muncul seekor ular yang bernama “Sujaul Aqra” Ia akan berkata, kepada si mati dengan suaranya bagai halilintar: "Aku disuruh oleh Allah memukulmu sebab meninggalkan sholat dari Subuh hingga Dhuhur, kemudian dari Dhuhur ke Asar, dari Asar ke Maghrib dan dari Maghrib ke Isya’ hingga Subuh". Ia dipukul dari waktu Subuh hingga naik matahari, kemudian dipukul dan dibenturkan hingga terjungkal ke perut bumi karena meninggalkan Sholat Dhuhur. Kemudian dipukul lagi karena meninggalkan Sholat Asar, begitulah seterusnya dari Asar ke Maghrib, dari Maghrib ke waktu Isya’ hingga ke waktu Subuh lagi. Demikianlah seterusnya siksaan oleh “Sajaul Aqra” hingga hari Qiamat.

Didalam Neraka Jahanam terdapat wadi (lembah) yang didalamnya terdapat ular-ular berukuran sebesar tengkuk unta dan panjangnya sebulan perjalanan. Kerjanya tiada lain kecuali menggigit orang-orang yang tidak mengerjakan Sholat semasa hidup mereka. Bisa ular itu juga menggelegak di di badan mereka selama 70 tahun sehingga hancur seluruh daging badan mereka. Kemudian tubuh kembali pulih, lalu digigit lagi dan begitulah seterusnya.

Maksud Hadist: “orang yang meninggalkan sholat, akan Allah hantarkan kepadanya seekor ular besar bernama “Suja'ul Akra”, yang matanya memancarkan api, mempunyai tangan dan berkuku besi, dengan membawa alat pemukul dari besi berat”.


Siapakah orang yang sombong?
Orang yang sombong adalah orang yang diberi penghidupan tapi tidak mau sujud pada yang menjadikan kehidupan itu yaitu, Allah Rabbul Alaamin, Tuhan sekalian alam. Maka bertasbihlah segala apa yang ada di bumi dan di langit pada TuhanNya kecuali Iblis dan manusia yang sombong diri.

Siapakah orang yang telah mati hatinya?
Orang yang telah mati hatinya adalah orang yang diberi petunjuk melalui ayat-ayat Qur'an, Hadits dan cerita-cerita kebaikan namun merasa tidak ada kesan apa-apa di dalam jiwa untuk bertaubat.

Siapakah orang dungu kepala otaknya?
Orang yang dungu kepala otaknya adalah orang yang tidak mau melakukan ibadah tapi menyangka bahwa Allah tidak akan menyiksanya dengan kelalaiannya itu dan sering merasa tenang dengan kemaksiatannya.

Siapakah orang yang bodoh?
Orang yang bodoh adalah orang yang bersungguh-sungguh berusaha sekuat tenaga untuk dunianya sedangkan akhiratnya diabaikan.

Bahaya Meninggalkan Sholat

Barang siapa yang (sengaja) meninggalkan solat fardhu lima waktu:
Subuh –Allah Ta’ala akan menenggelamkannya kedalam neraka Jahannam selama 60 tahun hitungan akhirat. (1 tahun diakhirat=1000 tahun didunia=60,000 tahun).
Dhuhur -Dosa sama seperti membunuh 1000 orang muslim.
Asar -Dosa seperti menghacurkan Ka'bah.
Maghrib -Dosa seperti berzina dengan ibu-bapak sendiri.
Isya’ -Allah Ta’ala akan berseru kepada mereka: "Hai orang yang meninggalkan sholat Isya’, bahwa Aku tidak lagi ridha’ engkau tinggal dibumiKu dan menggunakan nikmat-nikmatKu, segala yang digunakan dan dikerjakan adalah berdosa kepada Allah Ta’ala".
Maksud Firman Allah Ta’ala: "Mereka yang menyia-nyiakan solat dan mengikuti hawa nafsu kepada kejahatan, maka tetaplah mereka jatuh ke dalam satu telaga api neraka." (Maryam : 59).

Kehinaan bagi yang meninggalkan sholat:

Di dunia
A.Allah Ta’ala menghilangkan berkat dari usaha dan rezekinya.
B.Allah Ta’ala mencabut nur orang-orang mukmin (sholeh) dari pada (wajah) nya.
c.ia akan dibenci oleh orang-orang yang beriman.

Ketika Sakaratul Maut
a.Ruh dicabut ketika ia berada didalam keadaan yang sangat haus.
b.Dia akan merasa amat azab/pedih ketika ruh dicabut keluar.
c.Dia akan Mati Buruk (su'ul khatimah)
d.ia akan dirisaukan dan akan hilang imannya.

Ketika di Alam Barzakh
A.ia akan merasa susah (untuk menjawab) terhadap pertanyaan (serta menerima hukuman) dari Malaikat Mungkar dan Nakir yang sangat menakutkan.
B.Kuburnya akan menjadi sangat gelap.
C.Kuburnya akan menghimpit sehingga semua tulang-tulang rusuknya berkumpul (seperti jari bertemu jari).
D.Siksaan oleh binatang-binatang berbisa seperti ular, kala jengking dan lipan.

Malaikat Jibril as, telah menemui Nabi Muhammad SAW, dan berkata:

"Ya Muhammad.. Tidaklah diterima bagi orang yang meninggalkan sholat yaitu: Puasanya, Shodaqahnya, Zakatnya, Hajinya dan Amal baiknya”.

Orang yang meninggalkan Sholat akan diturunkan kepadanya tiap-tiap hari dan malam seribu laknat dan seribu murka. Begitu juga Para Malaikat di langit ke-7 akan melaknatnya.

Ya Muhammad..! Orang yang meninggalkan Sholat tidak akan mendapat syafa’atmu dan ia tidak tergolong dari umatmu.. Tidak boleh diziarahi ketika ia sakit, tidak boleh mengiringi jenazahnya, tidak boleh beri salam pada nya, tidak boleh makan minum dengan nya, tidak boleh bersahabat dengannya, tidak boleh duduk besertanya, tidak ada Agama baginya, tidak ada kepercayaan bagi nya, tidak ada baginya Rahmat Allah dan ia dikumpulkan bersama dengan orang Munafiqiin pada lapisan Neraka yang paling bawah (diazab dengan amat dahsyat..).

Sabda Nabi Muhammad SAW, Maksud Hadist: “Perjanjian (perbedaan) diantara kita (orang islam) dengan mereka (orang kafir) ialah Sholat, dan barangsiapa meninggalkan Sholat sesungguhnya ia telah menjadi seorang kafir”. (Tirmizi).

Wahai Saudaraku Ummat Islam, mari kita merenung sejenak tentang ancaman azab bagi yang meninggalkan sholat Fardhu. Apa guna kita hidup di dunia sekalipun berlimpah harta jika kita termasuk golongan orang-orang yang (kafir) meninggalkan sholat..?, barang siapa meninggalkan Sholat, maka ia telah menjadi kafir dengan nyata…! Orang yang meninggalkan sholat, ia wajib menerima azab Allah Ta’ala..! Orang yang meninggalkan sholat, tidak akan mendapat Syafa’at Nabi Muhammad SAW, karena mereka telah menjadi kafir dan orang kafir tidak berhak mendapat Syafa’at Nabi Muhammad SAW. Ancaman Allah Ta’ala terhadap orang-orang yang meninggalkan sholat bukan sekedar gertakan belaka. Sungguh ancaman Allah Ta’ala akan terbukti kelak di akhirat. “…sesungguhnya Allah tidak akan mengingkari janji”.

Khulu' Fasakh (fiqih kelas 2 aliyah)


Tugas Fiqih : Tentang Khulu’ Fasakh
Kelas : XI Ipa MA
I. PENDAHULUAN
Suatu perkawinan dimaksudkan untuk membina hubungan yang harmonis antara suami istri, namun kenyataan membuktikan, bahwa untuk memelihara keharmonisan dan kelestarian bersama suami istri bukanlah perkara yang mudah dilaksanakan bahkan dalam hal perkara yang mudah dilaksanakan bahkan dalam hal kasih sayang pun sulit untuk diwujudkan dikarenakan faktor-faktor psikologis, biologis, ekonomis, perbedaan kecenderungan pandangan hidup tersebut.
Pada dasarnya pergaulan suami istri merupakan persenyawaan jiwa raga dan cipta rasa, maka antara suami istri diwajibkan bergaul dengan sebaik-baiknya. Firman Allah :
وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ فَإِن كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَى أَن تَكْرَهُواْ شَيْئاً وَيَجْعَلَ اللهُ فِيهِ خَيْراً كَثِيراً {النساء : 19}
“Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.”
Oleh karena itu, apabila adanya suatu perselisihan yang terjadi antara suami istri wajib diusahakan dengan cara musyawarah dan mufakat. Apabila perselisihan / krisis rumah tangga tersebut sedemikian memuncak dan tidak mungkin untuk dapat diselesaikan maka cara yang harus ditempuh dengan cerai / diceraikan dan suatu perkawinan dapat berakhir karena terjadinya thalaq yang dijatuhkan oleh suami terhadap istri.

II. PEMBAHASAN
Akhir-akhir ini sering terlihat di televisi, seorang isteri mengajukan gugat cerai terhadap suaminya. Berita tersebut semakin hangat, karena si penggugat yang sering diekspos di media televisi adalah figure atau artis-artis terkenal. Gugat cerai tersebut ada yang berhasil, yaitu jatuhnya talak, atau karena keahlian hakim dan pengacara, gugat cerai urung dilanjutkan, sehingga rumah tangga mereka terselamatkan.
Padahal mereka mengikatkan diri dalam lembaga perkawinan adalah dalam rangka melaksanakan perintah Allah s.w.t. sebagaimana banyak dikutip dalam setiap undangan walimahan (resepsi pernikahan), yaitu termaktub dalam surat Ar-Rum ayat 21 yang berbunyi: “Dan di antara tanda-tandaNya bahwa Dia menciptakan jodoh untuknya dari dirimu (bangsamu) supaya kamu bersenang-senang kepadanya, dan Dia mengadakan sesama kamu kasih saying dan rahmat. Sesungguhnya yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi orang yang berfikir”. Berdasarkan ayat ini pula, maka tujuan perkawinan dalam Islam adalah untuk membentuk keluarga sakinah, mawaddah wa-rahmah.
Bisa jadi, karena mereka sudah tidak dapat mempertahankan keluarga yang sakinah, mawaddah wa-rahmah, maka salah satu pihak menggunakan haknya, baik suami atau isteri untuk mengajukan gugatan cerai, padahal dalam Islam, cerai memang dihalalkan Allah, namun sangat dibenci olehNya (“Sesungguhnya perbuatan yang boleh, tetapi sangat dibenci Allah adalah talak”, hadits riwayat Abu Daud dan Ibn Majah).
Talak (putusnya perkawinan)
Sebenarnya dalam Islam, talak berada di tangan laki-laki, karena laki-laki adalah pilar keluarga dan pilar wanita, dan juga karena laki-laki lebih sedikit menuruti gejolak perasaan dibandingkan wanita. Seorang laki-laki akan berpikir berkali-kali tatkala hendak menjatuhkan talak, karena dia telah bekerja keras dalam melakukan proses pernikahan. Dia yang membayar mahar (mas kawin) dan menyediakan tempat tinggal. Bila terjadi talak, maka dia harus membayar sisa mahar yang belum dibayar, memberikan nafkah, baik kepada mantan isteri maupun anak-anak.
Dalam kompilasi hukum Islam pasal 113 disebutkan bahwa perkawinan dapat putus karena (a) kematian (b) cerai hidup.
Yang dimaksud dengan cerai mati adalah perceraian yang terjadi jika salah seorang suami atau isteri meninggal. Bila terjadi hal demikian, maka yang ditinggalkan mempunyai masa iddah 4 bulan 10 hari (surat al-Baqarah ayat 234).
Sedangkan yang dimaksud cerai hidup adalah cerai karena berdasarkan gugatan perceraian. Dalam surat al-Baqarah ayat 229 disebutkan bahwa “Talak yang dapat dirujuk dua kali, setelah itu boleh dirujuk lagi dengan cara yang makruf”. Kemudian dalam surat an-Nisa’ ayat 35 disebutkan “Dan jika kami khawatir ada persengketaan di antara keduanya, kirimlah haqam (juru pendamai) dari keluarga laki-laki dan seorang haqam dari seorang wanita, jika kedua orang haqam itu bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufiq kepada suami isteri itu”.
Masa iddah cerai hidup tergantung dari kondisi si isteri, sebagaimana dijelaskan dalam kompilasi hukum Islam pasal 153 ayat 2, masa iddah bagi wanita haid yang dicerai adalah 3 kali suci (90 hari). Hal ini sebagaimana difirmankan Allah dalam surat al-Baqarah ayat 228 “Wanita-wanita yang ditalak hendaklah menahan dirinya (menunggu) 3 kali suci.” Sedangkan wanita yang dicerai dalam keadaan hamil, masa iddahnya adalah sampai melahirkan kandungannya. Firman Allah dalam surat ath-Thalaq ayat 4 “Dan wanita-wanita yang putus dari haid di antara wanitamu jika kamu ragu-ragu (tentang masa iddahnya) maka masa iddah mereka adalah 3 bulan dan begitu pula wanita yang tidak haid dan perempuan yang hamil, waktu iddahnya adalah sampai melahirkan kandungannya.” Bila talak dilakukan sebelum suami ‘menggauli’ isterinya, maka tidak ada masa iddah (surat al-Baqarah ayat 236 dan ayat 237).
Khulu’ dan Fasakh
Dalam buku Islam untuk Disiplin Ilmu Hukum yang diterbitkan oleh Departemen Agama RI disebutkan bahwa perceraian (talak) terjadi atas:
1. Inisiatif suami, yang terbagi dalam 3 (tiga) kategori, yaitu
a. Talak yaitu hak suami untuk menceraikan isterinya dengan kata-kata tertentu
b. Khulu’, yaitu talak tebus karena isteri memberikan sesuatu benda atau uang, sebagai tebusan pada suaminya agar suaminya menjatuhkan talak padanya, supaya mereka dapat bercerai
c. Ta’lik talak yaitu talak yang digantungkan pada terjadinya sesuatu yang disebutkan dalam ikrar talak sesuah ijab Kabul dilangsungkan.
2. Inisiatif isteri, yang disebut fasakh. Fasakh adalah bentuk perceraian yang terjadi atas permintaan isteri karena suaminya sakit gila, sakit kusta, sakit sopak atau sakit berbahaya lainnya yang sukar disembuhkan atau karena cacat badan lainnya yang menyebabkan suami tak dapat melaksanakan sebagai suami
Menurut pendapat penulis, khulu’ maupun fasakh adalah dua bentuk talak yang dikategorikan atas inisiatif isteri, dan tak ada perbedaan yang jelas. Ini sebagai bukti bahwa Islam tetap mengakomodasi hak-hak wanita (isteri), walaupun hak dasar talak ada pada suami, namun dalam keadaan tertentu, isteri juga mempunyai hak yang sama, yaitu dapat melakukan gugatan cerai terhadap suaminya melalui khulu’ maupun fasakh.
Di dalam Islam, jika suami merasa dirugikan dengan perilaku maupun kondisi isterinya, ia berhak menjatuhkan talak, begitu pula sebaliknya, jika isteri merasa dirugikan dengan perilaku dan kondisi suaminya, ia dapat mengajukan gugatan cerai, yang dikenal dengan istilah khulu’.
1. Fasakh
Dalam putusnya perkawinan sebab fasakh bahwa hukum Islam mewajibkan suami untuk menunaikan hak-hak istri dan memelihara istri dengan sebaik-baiknya, tidak boleh menganiaya istri dan menimbulkan kemudlaratan terhadapnya.
Pada fuqaha menetapkan jika dalam kehidupan suami istri menimbulkan sikap kemudlaratan pada salah satu pihak, maka pihak yang menderita dapat memutuskan perkawinan melalui hakim untuk menfasahkan perkawinan atas dasar pengaduan pihak yang menderita.
Beberapa alasan fasakh
a) Tidak adanya nafkah bagi istri
b) Terjadinya cacat / penyakit pada salah satu pihak
c) Penderitaan yang menimpa istri
2. Khulu’ (thalaq tebus)
Khulu’ adalah thalaq yang diucapkan oleh suami dengan pembayaran dari pihak istri kepada suami, thalaq ini biasanya dilakukan atas kehendak istri dan dapat dilakukan sewaktu suci maupun haid.
Khulu’ dapat mengakibatkan bekas suami tidak dapat rujuk kembali dan tidak boleh menambah thalaq sewaktu iddah, hanya diperbolehkan kawin kembali melalui aqad baru.
Beberapa hukum tentang khulu’ diantaranya wajib apabila atas permintaan istri dikarenakan suami tidak mau memberi nafkah batin terhadap istri, haram jika hanya untuk menyengsarakan istri dan anak-anaknya. Mubah ketika istri ada keperluan yang membolehkan istri menempuh jalan lain, makruh hukumnya jika tidak ada keperluan untuk itu dan dapat menjadi sunnah bila dimaksudkan untuk mencapai kemaslahatan yang lebih memadai bagi keduanya. Menurut Imam Syafi’i asal hukum khulu’ adalah makruh dan dapat menjadi sunnah hukumnya bila si istri tidak baik dalam bergaul bagi si suami.
Khulu’ dalam istilah fikih dinamakan juga tebusan, karena isteri menebus dirinya dari suaminya dengan mengembalikan mas kawin sebagaimana yang dia terima ketika pernikahan. Menurut ahli fikih, khulu’ adalah isteri memisahkan diri dari suaminya dengan ganti rugi. Khulu’ dapat dilakukan bila ada alasan pembenar, misalnya suami tidak dapat memenuhi kewajibannya, cacat fisik yang dapat mengganggu keharmonisan, suami berperilaku jelek dan sebagainya yang dapat mencegah tercapainya tujuan perkawinan. Dengan pengertian ini, khulu’ dan fasakh tak ada bedanya.
Khulu’ dapat terjadi dengan persetujuan atau tanpa persetujuan suami, jika tidak tercapai persetujuan suami dan isteri, pengadilan dapat menjatuhkan khulu’ kepada suami.
Dalam sebuah hadits diceriterakan, isteri Tsabit bin Qais bin Syammas datang kepada Rasulullah s.a.w. sambil berkata: “Hai Rasulullah, saya tidak mencela akhlaq dan agama suami saya, tetapi saya tidak ingin mengingkari ajaran Islam. Maka jawab Rasulullah s.a.w. “Maukah kamu mengembalikan kebunnya?” Jawabnya “Mau”. Maka Rasulullah s.a.w. bersabda: “Terimalah (Tsabit) kebun itu dan talaklah ia satu kali”. Dalam hadits itu Nabi tidak menanyakan lebih lanjut kepada Tsabit, apakah ia setuju atau tidak dengan pernyataan ketidaksenangan isterinya. Dengan demikian, khulu’ dianggap sah, walaupun suaminya tidak setuju, karena yang dirugikan adalah pihak isteri.
Oleh karena itu tak dapat disalahkan, bahwa dalam keadaan dunia yang semakin maju, banyak wanita, khususnya dari kalangan selebriti menggunakan haknya yang nyata-nyata telah dibolehkan oleh Islam, yaitu hak melakukan gugagan cerai terhadap suaminya, baik melalui khulu’ maupun fasakh,..........^_^